REFERENSI DAN KONJUNGSI SEBAGAI PEMARKAH RELASI PROPOSISI GRAMATIKAL DALAM WACANA

Sri Bakti Maharini

Abstract


Wacana adalah satuan bahasa terbesar yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menulis wacana yang baik diperlukan sebuah alat untuk memadukan proposisi-proposisi yang terdapat dalam wacana. Alat tersebut disebut dengan pemarkah relasi proposisi. Wujud alat tersebut antara lain referensi dan konjungsi. Referensi berfungsi sebagai pengacuan proposisi-proposisi dalam suatu wacana, sedangkan konjungsi berfungsi sebagai penghubungan proposisi-proposisi dalam suatu wacana. Pada artikel ini akan dibahas pengertian, pemaknaan, dan penggunaan dari referensi dan konjungsi.


Keywords


pemarkah relasi proposisi, referensi, dan konjungsi.

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan, dkk. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Anjani, Esa Agita. 2013. Kohesi dan Koherensi Wacana Stand Up Comedy Prancis dan Indonesia. Kawistara: Jurnal Sosial dan Humaniora, 3 (3), 289. Dari: https://journal.ugm.ac.id/kawistara/article/view/5223.

Arifin, Bustanul. 2012. Alat Kohesi Wacana Bahasa Indonesia. Malang: Gunung Samudera.

Djajasudarma, Fatimah. 2010. Wacana: Pemahaman dan Hubunga Antarunsur. Bandung: Refika Aditama.

Halliday, M.A.K dan Ruqaiya Hassan. 1979. Cohesion in English. London, New York: Longman.

Hasanah, Miftahul dan Dawud. 2017. Argumentasi dalam Artikel Opini Surat Kabar Media Indonesia. Bibliotika: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, 1 (2), 12. Dari: http://journal2.um.ac.id/index.php/bibliotika/article/view/2302.

Lestari, Ni Putu Sri, dkk. 2016. Kekohesifan Wacana Opini Majalah Bali Post. E-Journal Undiksha:The Electronic Journal Universitas Pendidikan Ganesha, 4 (2), 4. Dari: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS/article/viewFile/8138/5456.

Martutik. 2013. Isi Pesan Persuasif dalam Advertorial Media Massa Cetak. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 41 (1), 18. Dari: http://journal2.um.ac.id/index.php/jbs/article/view/93/66.

Muslich, Mansur. 2014. Garis-Garis Besar Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Nadaraning, Abdulloh, dkk. 2016. Perbandingan Konjungsi Bahasa Indonesia dan Bahasa Thailand. Publika Budaya, 1 (1), 3. Dari http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/78935/ABDUNLOH%20NADARANING.pdf?sequence=1.

Nardiati, Sri. 2015. Unsur-unsur Paragraf narasi dalam Bahasa Jawa. Humaniora, 27 (1), 108. Dari: https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/6414/5063.

Nova, Mevi Maria dan Sumadi. 2017. Karakteristik Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP. Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajrannya, 1 (2), 1. Dari: http://journal2.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/2291.

Rani, Abdul, dkk. 2013. Analisis Wacana: Tinjauan Deskriptif. Malang: Surya Pena Gemilang.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.hastawiyata.2018.001.02.06

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Hasta Wiyata

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.