KOSAKATA BARU PADA PEMBERITAAN TENTANG PANDEMI COVID-19 DAN PEMANFATAANNYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP

Fajar Nur Annisa, SUMARWATI SUMARWATI SUMARWATI, MUHAMMAD ROHMADI

Abstract


This study aims to describe and explain (1) the new linguistic forms used by Kompas daily during the Covid-19 pandemic, (2) the process of forming a new language used by Kompas daily during the Covid-19 pandemic (3) the use of analysis of forms and processes for the formation of new languages used Kompas daily during the Covid-19 pandemic as Indonesian language teaching materials in Junior High Schools. This study was a qualitative research with a morphological process content analysis approach. The sampling technique used is purposive sampling technique. The data collection techniques in this study used two ways, namely document analysis and in-depth interviews. Document content analysis is obtained by observing and taking notes. Test the validity of the data in this study using method triangulation and source triangulation. The data analysis technique used is flow model of  analysis. The results show that the new vocabulary found in the Kompas daily newspaper amounted to 144 data which were classified into five forms. The abbreviations consisting of 24.31 percent and single words 23.61 percent with a difference of 0.7 percent. Then followed by acronyms 17.36 percent, compound words 12.50 percent, and phrases 22.22 percent. The collection of new vocabulary during the Covid-19 pandemic in the Kompas daily newspaper can be used as teaching material for news texts for class VIII SMP. This result are consistent with basic competencies 3.2 and 4.2 related to linguistic structure and presentation patterns in the form of news texts.


Keywords


bentuk, harian kompas, materi ajar, morfologis, proses.

Full Text:

PDF

References


Asnawi, A., & Mukhlis, M. (2018). Verba Majemuk Bahasa Banjar Hulu: Tinjauan Bentuk Gramatikal. GERAM, 6(2), 10-26.

Budiyanti, E. (2020). Dampak Virus Corona terhadap Sektor Perdagangan dan Pariwisata Indonesia. Pusat Penelitian Bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik Badan Keahlian DPR RI. 12(4), 19-24.Chaer, A. (2008). Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Devianty, R. (2020). Eksistensi Bahasa Indonesia pada Masa Pandemi. Nizhamiyah, 10(2), 27-41.

Harimansyah, G. (2017). Pedoman Konservasi dan Revitalisasi Bahasa. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Hayati, N., & Oktavia, W. (2020). Pola Karakteristik Ragam Bahasa Istilah pada Masa Pandemi COVID-19. Tabasa, 1.

Junaiyah, Z. A. (2009). Morfologi Bentuk, Makna , dan Fungsi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Kalimi, R. (2016). Pedoman Pemilihan dan Penyajian Bahan Ajar Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Logika, 17, 59-66.

Loindong, P., Bachmid, G., & Imbang, D. (2019). Bentuk-bentuk Akronim yang digunakan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Peralatan dan Perbekalan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara. Kajian Linguistik, 4(3), 69-82.

Moelong, L. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Murtatihah. (2009). Upaya Meningkatkan Kemampuan Belajar Kosakata Bahasa Indonesia Melalui Metode Maternal Reflektif pada Siswa Kelas B Tklb Bagian Tunarungu Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama (Yakut) Purwokerto Semester I Tahun Pelajaran 2008-2009. Skripsi tidak dipublikasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Muslich, M. (2008). Tata Bentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah Tata Bahasa Deskriptif. Jakarta: Bumi Aksara.

Noviatri, & Reniwati. (2015). Singkatan dan Akronim dalam Surat Kabar: Kajian Bentuk dan Proses. ARBITRER, 2, 28-43.

Nurbaya. (2011). Penerapan Strategi Redifinisi Konstekstual untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata dan Aktivitas Pembelajaran. Litera, 10, 201-211.

Nurdiana, D. R. (2012). Membaca Pemahaman dengan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 1 Kota Salatiga. Disertasi tidak dipublikasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Nuryadi, N. (2019). Kata dan Proses Pembentukan Kata dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya, 4(1), 114-127.

Nuryantini. (2011). Kata Majemuk Nomina Bahasa Jawa (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Peran). Skripsi tidak dipublikasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Pradani, T. C., Manampiring, A. E., Kepel, B. J., Budiarso, F. D., & Bodhi, W. (2021). Molecular Docking terhadap Senyawa Kurkumin dan Arturmeron pada Tumbuhan Kunyit (Curcuma Longa Linn.) yang Berpotensi Menghambat Virus Corona. E-journal Biomedik, 9(2), 1-7.

Putro, D. S., Suryanto, E., & Sumarwati, S. (2015). Kata Serapan pada Kolom Iki Lho di Harian Joglosemar (Pola dan Latar Belakang Penggunaan). BASASTRA, 3(3), 78-80.

Putri, N. P. (2017). Eksistensi Bahasa Indonesia pada Generasi Millennial. Widyabastra: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 45-49.

Sari, N. (2020). Pengaruh Kosakata Baru terhadap Bahasa Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 di Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia (SENASBASA) (Vol. 4, No. 1).

Wahidah, B. Y. (2019). Komparasi Berbagai Definisi Mengenai Frasa dan Kata Majemuk dalam Media Sosial Google Berdasarkan Kajian Sintaksis. Pendidikan Mandala, 4, 178-182.

Yamali, F. R., & Putri, R. N. (2020). Dampak Covid-19 terhadap Ekonomi Indonesia. Journal of Economics and Business, 4, 384-388.

Yurianto, A. (2020, Maret). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19). 11.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.hastawiyata.2022.005.02.06

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Hasta Wiyata

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.